Asal Mula Nama Sungai Musi


wongkitogalo.id – Asal Muasal Nama Sungai Musi, Siapa yang gak kenal dengan sungai pujian kita Sungai Musi. Sungai Musi merupakan sungai yang terletakdi sentra kota Palembang, yang juga merupakan salah satu rujukan dari perekonomian kota palembang. Yak !! kali ini mimin mau bahas soal asal mula nama “MUSI” pada Sungai Musi.. mimin juga nyari artikel sejarah mengaenai sungai kita ini, baiklah pribadi aja!!


Zaman dahulu kala, hubungan kemudian lintas bahari di seluruh dunia di lakukan dengan bahtera layar. Pada jaman itu, banyak pula lanun atau bajak laut. Ketika itu perdagangan tidak menggunakan sistem jual beli tetapi dengan sistem barter.
Menurut cerita, ada kelompok bajak bahari asal negeri Cina yang terdiri dari tiga bahtera layar, berlayar ke Selat Bangka.
Perompak itu di pimpin oleh seorang yang bergelar Kapitan. Mereka tertarik saat melalui muara Sungai Musi, terutama alasannya lebarnya. Kapitan mencari dalam peta, ternyata sungai itu belum ada namanya di peta.
Para perompak itu melihat banyak bahtera besar dan tongkang tiba dari hulu sarat dengan muatan hasil bumi, mereka yakin di wilayah hulu sungai pastilah kawasan yang subur. Mereka pun mulai membentuk kelompok2 untuk menjelajah daerah2 hulu.
Ada kelompok mereka yang hingga di kawasan dataran rendah Gunung Dempo (daerah Lahat sekarang), mereka kagum melihat betapa suburnya tanah. Hasil sayur mayur tidak terpanen. Tanaman kopi bagaikan hutan dgn buahnya yang besar2. Begitu juga cengkih, kayu bagus dan aneka macam flora lainnya.
Kelompok yang menjelajah Muara Enim skrg, juga kagum dgn melihat flora rempah2 dan batubara yang muncul di permukaan tanah. Sementara itu yang hingga di wilayah Ranau, begitu takjub saat melihat tembakau pun tumbuh disana.
Kapitan pun begitu tertarik dengan Wilayah Sumatera Selatan yang berpusat di Sungai Musi, ia pun tetapkan untuk tinggal usang di Palembang. Dia memberi tanda melingkari kawasan Sumatera Selatan dalam peta seraya berkata :
“Kita kini berada di kawasan ini. Ternyata kawasan dan sungai ini belum ada namanya di peta. Setelah saya pikir-pikir, kita menamakan kawasan ini Mu Ci (dalam bahasa renta Cina Han, Mu Ci berarti Ayam Betina, dan Mu Ci ialah nama bagi Dewi Ayam Betina yang memperlihatkan keberuntungan pada manusia)
Seorang perompak bertanya : “Mengapa Tuan menamakan kawasan ini Mu Ci?”
“Bukankah Mu Ci (Ayam Betina) ialah makhluk yg memperlihatkan laba buat manusia? Sekali bertelur belasan butir. telur ialah sumber masakan dan rezeki. Daerah ini pun sangat subur. Luar biasa suburnya. hasil rempah2nya bermutu tinggi. Ada Tambang batubara, emas dan lain lain. Maka kawasan ini layak di sebut Mu Ci, alasannya tanahnya demikian kaya raya memberi keberuntungan bagi manusia”.
“Kalian ingat, penduduk di kawasan ini juga mempunyai sifat yang baik yang dimiliki ayam.
Kaum laki-laki kawasan ini ramah, gampang mendapatkan orang asing, sanggup bergaul dengan baik dan suka menolong. Akan tetapi jangan berbuat curang atau menipu mereka. Bukankah ada empat orang teman kita yang mati alasannya di tusuk penduduk dgn pisau?”
Pemimpin Perompak melanjutkan pembicaraannya…
“Itu salah teman kita sendiri, sudah saya perintahkan untuk berperangai baik. kawasan ini dan seluruh penduduknya akan jadi kawan dagang kita dalam jangka panjang. Selain itu, perempuan di kawasan Mu Ci ini juga sangat baik, kulit mereka kuning menyerupai kita. Tapi wajahnya tidak menyerupai wajah orang Eropa dan tidak menyerupai kita. Kaum perempuan kawasan ini jago dan mengagumkan. Mereka bekerja keras membantu suami.
Tak ubahnya menyerupai induk ayam betina. Bekerja keras mencari masakan untuk anak anaknya. Hormat dan baik pada sesamanya. Akan tetapi jangan coba-coba mengganggu mereka dan anak anaknya. Mereka sanggup lebih ganas dari elang sekalipun.
Beratus tahun kemudian kata Mu Ci berkembang menjadi Musi alasannya menyesuiakan dengan bahasa kawasan setempat ….
Kesimpulan :
Cerita ini ialah Legenda, orang tak percaya pernah terjadi. Namun kita melihat ada Sungai Musi dengan kawasan  Sumatera Selatan yang subur.
Hikmah dari legenda ini adalah, masyarakat Sumsel ramah tamah, tetapi berani berindak tegas jika harga dirinya di usik ialah perilaku yang di sergani. Walaupun Bajak Laut jahat dan Kejam dalam berdagang mereka tetap ramah dan rendah hati.


Dikutip dari aneka macam sumber yang terpercaya
Close Menu