Kawasan Pengamatan Burung Bidadari – Wisata Halmahera Barat

 Burung Bidadari sudah termasuk langka dan terancam punah sehingga mempunyai daya tarik yan Kawasan Pengamatan Burung Bidadari - Wisata Halmahera Barat

Kawasan Pengamatan Burung Bidadari (Wallace’s Standardwing) sanggup ditemukan di Kali Batu Putih, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Lokasi ini tidak jauh dari Jailolo, hanya sekitar 20 menit dengan kendaraan. Burung Bidadari sudah termasuk langka dan terancam punah sehingga mempunyai daya tarik yang tinggi baik buat pecinta burung dan fotografer fauna. Karena kelangkaan ini jugalah, pemerintah telah memasuki burung ini sebagai burung yang harus dilindungi. Burung bidadari mempunyai rupa yang cantik, gayanya yang unik, dan suaranya pun cetar membahana.


 Burung Bidadari sudah termasuk langka dan terancam punah sehingga mempunyai daya tarik yan Kawasan Pengamatan Burung Bidadari - Wisata Halmahera Barat
Burung bidadari ditemukan pertama kali oleh Alfred Russel Wallace di Pulau Bacan, Maluku Utara, tahun 1858. Wallace menyebutnya sebagai bird of paradise alasannya yakni kecantikan burung ini. Penemuan itu kemudian ditulisnya dalam sebuah laporan yang dikirim ke Inggris. Setahun kemudian, laporannya menjadi materi kajian para ornitholog di Inggris. Burung ini kemudian ditetapkan berada dalam keluarga Paradisaeidae, dengan genus dan nama spesies Semioptera wallacii. Nama ini sebagai penghargaan terhadap Wallace, naturalis asal Inggris yang hidup pada tahun 1823 – 1913 itu.
 Burung Bidadari sudah termasuk langka dan terancam punah sehingga mempunyai daya tarik yan Kawasan Pengamatan Burung Bidadari - Wisata Halmahera Barat
Burung bidadari juga dijuluki sebagai cendrawasih kecil, alasannya yakni panjang tubuhnya hanya sekitar 28 cm. Keunikan burung bidadari yakni pada ketika animo kawin dimana burung bidadari jantan akan melaksanakan tarian yang indah untuk merayu burung betina dan memamerkan bulu-bulunya dengan terbang sambil membentangkan sayapnya. Ia juga akan berbagi bulu pelindung dadanya yang berwarna hijau, serta menjulurkan dua pasang bulu khasnya yang berwarna putih susu. Jika tertarik, burung bidadari betina akan menghampiri dan menentukan salah satu pejantan yang dinilainya paling andal dalam menari. Atraksi ini biasanya ditemukan pada ketika pagi dan sore hari.
Waktu terbaik untuk melihat burung ini melaksanakan tari-tarian dan juga menyanyi dengan indah yakni ketika pagi hari antara jam 05.30 s/d 06.30 pagi. Lewat dari itu, biasanya burung bidadari akan terbang ke hutan untuk mencari makanan.

Close Menu